Scooter Classic

Archive for Juli, 2012

Lambretta Luna, Luna Yang Bukan Maya

Luna Maya dan Lambretta Luna sama-sama langsing. Keduanya termasuk juga jarang di Indonesia. Seperti Lambretta Luna, enggak semua scooterholic bisa punya skuter jenis ini. “Sampai kebawa mimpi pengin punya,” buka Dendi Mulyadi dari di Jl. BKR Sumelap, Cikalang Girang, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Beruntung bisa dapat Lambretta Luna. “Karena sudah pernah saya tawar, tapi Mang Engkus pemilik lama enggak mau ngejual,” ungkap Dendi.

Katanya dulu kondisinya ala kadarnya. Seperti mesin terpisah dari bodinya, tidak ada tangki bensin, jok, dudukan lampu dan sokbreker belakang. Namun masih ada juga orang yang nekat mau nuker pake motor bebek. Namun keukeuh Mang Engkus tak mau menjualnya.


Tapi, memang jodoh enggak ada yang memisahkan. Mang Engkus sang pemilik Lambretta Luna tersebut menawarkan kepada Dendi dengan harga yang murah. “Tanpa banyak cingcong langsung bayar lunas,” tegas Dendi yang bekerja di Optik Melawai di Mayasari Plaza, Tasik.

Selesai urusan transaksi, Lambretta langsung diboyong ke bengkel Vespa milik Deni “Peuyeum” Sunandar. Yang tiada lain kakak kandung Dendi. Konsepnya ingin mengembalikan Lambretta tersebut ke wujud aslinya, disini sang kakak yang punya kendali dari mulai urusan mesin sampai ke bodi motor.

Urusan mesin enggak banyak ubahan. Hanya memasang karburator Dellorto milik Lambretta J125 Starstream. Pemasangannya pun tidak ribet. Kini hasilnya sekali slah saja mesin langsung hidup.

Bodi motor mulai digarap Peuyeum. Ngurus bodi agak ribet karena pada saat dibeli enggak ada tutup dudukan lampu dan tanpa tangki. Untuk dudukan lampu, dibuat ulang menggunakan aluminium tebal 3 mm. Sedangkan untuk pembuatan tangki, silakan lihat boks.

Tinggal mendesain jok, dipilih mengikuti Lambretta Vega yang bisa membawa boncenger. Karena jok aslinya Lambretta Luna model single seater.

Tampilan motor pun jadi sorotan serius. Untuk pilihan warna, Dendi sama sekali enggak tertarik pada warna lain. “Saya pilih hijau toska karena itu warna aslinya,” tutup Dendi.

Di Bantu Google

Pada awalnya Dendi Mulyadi agak kebingungan ketika beli Lambretta Luna tanpa tangki bensin. Doi konsultasi dengan sang kakak. Hasilnya, mereka berdua searching model tangki bensin Luna lewat internet.

Setelah dapat, kakak beradik itu langsung menyambangi bengkel MDQ Jaya yang beralamat di Jl. BKR No. 363, Tasikmalaya, Jawa Barat. Mengandalkan foto hasil download di internet, Mang Undang sebagai pemilik bengkel dikasih panduan.

Bahannya mengandalkan pelat besi 1 mm. “Hasilnya bisa menyerupai aslinya,” girang Dendi. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : IRC 3,00-10 inci
Ban belakang : IRC 3,00-10 inci
Pelek depan : Innocenti ring 10 inci
Pelek belakang : Innocenti ring 10 inci


Lambretta, Legenda Italia kini buatan Taiwan

 

Lambretta pernah jadi  raja skuter bersama “saudaranya” sesama asal Italia, Vespa.

Vespa hingga sekarang masih berproduksi sejak 65 tahun kelahirannya. Lambretta bernasib lain. Dia berakhir di awal dasawarsa 70-an.

Ketika itu pabrik pembuatnya, Innocenti, mendapat lisensi untuk membuat kendaraan untuk perusahaan otomotif asal Inggris, British Leyland. Innocenti dibeli satu perusahaan Inggris yang kemudian memandang skuter tak layak lagi diproduksi. Lambretta terakhir dibuat tahun 1972.

Selanjutnya pemilik merek Lambretta terus berpindah tangan.

Kini, Lambretta Motolife Italia SpA, perusahaan asal Roma, merancang Lambretta baru dan ditujukan jadi pesaing langsung Vespa.

Jajaran Lambretta baru, salah satunya LN 125, penampilannya mirip dengan buatan tahun 60-an. Beda dengan Vespa GTS 125 yang jauh dari penampilan pendahulunya.

Lambretta mengusung mesin otomatis 4 langkah, satu silinder mesin. Top speed-nya 55 mph dengan kapasitas tangki 1,3 galon/90 mil.

Pembuatannya dilakukan di Taiwan, tepatnya di pabrik milik perusahaan Sym. Perusahaan itu juga merakit mesin Lambretta.

Panel body-nya terbuat dari baja. Harga LN 125 di Inggris sekitar 3300 pound (setara rp46juta). Mesin juga tersedia dalam kapasitas 50cc dan 150 cc.
(A038) 

Editor: Aditia Maruli


Lambretta, Legenda Italia kini buatan Taiwan

 

Lambretta pernah jadi  raja skuter bersama “saudaranya” sesama asal Italia, Vespa.

Vespa hingga sekarang masih berproduksi sejak 65 tahun kelahirannya. Lambretta bernasib lain. Dia berakhir di awal dasawarsa 70-an.

Ketika itu pabrik pembuatnya, Innocenti, mendapat lisensi untuk membuat kendaraan untuk perusahaan otomotif asal Inggris, British Leyland. Innocenti dibeli satu perusahaan Inggris yang kemudian memandang skuter tak layak lagi diproduksi. Lambretta terakhir dibuat tahun 1972.

Selanjutnya pemilik merek Lambretta terus berpindah tangan.

Kini, Lambretta Motolife Italia SpA, perusahaan asal Roma, merancang Lambretta baru dan ditujukan jadi pesaing langsung Vespa.

Jajaran Lambretta baru, salah satunya LN 125, penampilannya mirip dengan buatan tahun 60-an. Beda dengan Vespa GTS 125 yang jauh dari penampilan pendahulunya.

Lambretta mengusung mesin otomatis 4 langkah, satu silinder mesin. Top speed-nya 55 mph dengan kapasitas tangki 1,3 galon/90 mil.

Pembuatannya dilakukan di Taiwan, tepatnya di pabrik milik perusahaan Sym. Perusahaan itu juga merakit mesin Lambretta.

Panel body-nya terbuat dari baja. Harga LN 125 di Inggris sekitar 3300 pound (setara rp46juta). Mesin juga tersedia dalam kapasitas 50cc dan 150 cc.
(A038) 

Editor: Aditia Maruli


Lambretta Club Indonesia ( LCI )

BUKA BARENG : SKUTERAN JELANG BUKA PUASA

Indonesia Berskuter bersama Indonesia Scooter Magazine mempersembahkan SKUTERAN JELANG BUKA PUASA.

Minggu 5 Agustus 2012 kumpul di SPBU Pondok Indah Jakarta Selatan Jam 16.00 WIB.
Acara: Skuteran Keliling Kota dan Kontes Keserasian Skuteris dengan Skuternya. Info: Glrory 08128231967, ISM 087877791928.


Memories Lambretta


2012 NEW Lambretta LN 125 & LN 150 promotional


Bengkel Lambretta Jakarta ( Indonesia )

Bengkel Lambretta Untuk yang memerlukan repair dan service motor lambretta, bisa datang ke jl flamboyan jakarta selatan. untuk wilayah lainnya kami meminta masukan dari para pecinta motor LAMBRETTA.


Lambretta LJ 50

Technical Specification
Type 4/2 stroke
Displacement 49,5cc
Cooling System Air
Fuel System Carburetor
Transmission C.V.T.
Front Suspension Telescopic Fork
Front Tire 110/70-12
Rear Tire 120/70-12

Lambretta LT 50

Technical Specification
Type 4/2 stroke
Displacement 49,5cc
Cooling System Air
Fuel System Carburetor
Transmission C.V.T.
Front Suspension Telescopic Fork
Front Tire 110/70-12
Rear Tire 120/70-12

Motifnya Bisa Jadi Inspirasi ( Helmet )

Heritagehelmets

Pengemar scooter pasti kenal Lambretta. Setelah perang dunia kedua, produsen sepeda motor asal Inggris ini sempat memproduksi scooternya di Milan, Italia. Dan terus eksis hingga saat ini hingga begitu lekat dengan budaya kebebasan dan “Mod” ala Inggris.

Dan kini, di awal tahun 2011 sebuah helm khusus sengaja dibuat untuk mengenang kejayaan Lambretta. Helm yang merupakan proyek dari pabrikan helm, heritagehelmets memiliki desain yang menarik.

Hadir dengan empat pilihan desain. Ada St. George, dengan perpaduan warna merah dan putih. Lalu ada juga Bianco dan Nero yang memiliki ciri angka 47 dan motif target. Angka 47 mewakili tahun berdirinya Lambretta pada tahun 1947, dan motif target adalah simbol dari Mod style.

Model lainnya adalah Union, varian yang satu ini menggunakan motif bendera Inggris atau The Union Jack. Dan terakhir adalah tipe Britalia yang memiliki perpaduan unik warna bendera Italia dan motif Union Jack, mewakili sejarah bahwa scooter Inggris ini pernah di produksi di Italia.

Helm ini juga memiliki beberapa kelebihan, diantaranya menggunakan bahan kulit yang ramah lingkungan. Selain itu garansinya juga isitimewa, pabrikannya memberikan jaminan sampai 30 bulan!

Di Eropa helm ini dijual mulai 150 Euro atau sekitar Rp 1,9 jutaan. Mahal ya??? Kalau gitu jadikan saja helm ini inspirasi modifikasi. Airbrush aja sendiri helm yang sudah ada, siapa tahu lebih murah.  (motorplus-online.com)


Lambretta Rasa German

Lambretta Rasa German

Pada tahun 1950 NSU dan Innocenti mengadakan perjanjian kerjasama untuk memproduksi Lambretta di German selama lima tahun. Body set dibuat dipabrik VW dan mesin dari Italy, scooter ini dirakit di pabrik NSU di Neckarsulm.

Scooter hasil kolaborasi ini menggunakan mesin Lambretta C/LC 125cc, baru pada tahun 1954 versi mesin 150cc dipernalkan. Secara keseluruhan produksi bersama tersebut sebanyak 117.045 unit, namun demikian produk ini tidak dapat mengikuti sukses yang diraih scooter asli buatan Innocenti Italy.


Lambretta Clubs France


Arti Lambang MODS dan Sejarah MODS

Arti Lambang MODS dan Sejarah MODS

SEJARAH MODS
Mod adalah satu fenomena sosial yang kompleks yang terjadi di Inggris pada tahun 60an (dimulai akhir tahun 50an). Dimana para pemuda di London yang saat itu berada pada kondisi ekonomi yang kurang baik, tetapi mereka tetap ingin mempertahankan kesempurnaan dari gaya personal mereka. Mereka terobsesi dengan American rhythm and blues dan Italian motor scooters. Puncak kejayaan era mod ini terjadi dari tahun 1962 sampai akhir tahun 70an dan menyebar luas ke seluruh dunia.
Mod yang sudah menjadi salah satu lifestyle sudah pasti mencakupi semua hal dari musik sampai fashionnya. Okay, kembali sedikit pada sejarahnya. Saya banyak membaca sejarah-sejarah tentang mod. Saya sempat bingung karena disetiap tulisan yang saya baca terjadi sedikit perbedaan tentang sejarahnya. Baiknya saya simpulkan saja sendiri yah, kata Mod itu sendiri sebenarnya berasal dari kata Modernist/ Modern. Seiring meluasnya lifestyle ini di London sampai daerah utara Inggris, ciri khas para modernist ini semakin kelihatan. Mereka mengendarai scooters, cara berpakaian yang original dan bervariasi (dengan konsep D.I.Y >> Do It Yourself, karena saat itu perekonomian sangat sulit tapi keinginan untuk tetap gaya masih sangat kuat jadi mereka membuat baju mereka sendiri dan dari sinilah muncul fenomena baru lagi, yaitu era butik.). Pusat fashion mod yang paling terkenal dan masih eksis sampai sekarang yaitu Carnaby street dan King’s Road. Dimana terdapat butik-butik yang fashionnya sangat mod sekali. Yeah, I really wanna go there.. Hahaha…
Interpretasi baru dari Mod fashion ini sering disebut media dengan “Swinging London”. Sampai sekarang saya masih suka sekali dengan gaya Mod fashion tersebut. Really love it to the bones..!
Mod sendiri juga mengalami metamorfosa perubahan era, dari “Modernists”(late 50s) menjadi “Mods”(60s) menjadi “Mod Revivalists”(70s) dan terakhir adalah “New Mods”(late 80s to the 90s). Tidak lupa juga di era-era itu selain ada para Modster, ada juga gang lain yang juga sangat mempengaruhi fashion yaitu Rockers. Dan akhirnya lahir lagi “Mockers” yaitu mereka yang menggabungkan unsur Mod dan Rockers style. Para Mods biasanya berasal dari London, dan para Rockers datang dari kota-kota di utara.
Arti lambang target
warna merah artinya in my red eyes
warna biru artinya in the blue day
warna putih artinya i ride with my scooter
” ini cuma sekedar pencerahan jadi kalo ada sedikit kesalahan harap maklum “

Lambretta Club Indonesia

By admin on July 21, 2012 in Community
Lambretta Club Indonesia

Lambretta adalah skuter yang di produksi di Milan, Italia oleh innocenti pada tahun 1947. Ferdinando Innocenti, memutuskan untuk menciptakan dan memproduksi skuter, sebuah kendaraan pribadi dengan harga terjangkau yang kompetitif terhadap sepeda motor yang sudah ada dimana-mana ketika pabrik miliknya hancur terkena bom pada Perang Dunia Kedua.

Nama kedua diambil dari sebuah sungai kecil, Lambro, dekat pabrik Innocenti di Milan, Italia. Lambretta juga di produksi dibeberapa Negara selain Italy, yaitu Argentina, Brazil, Chile, Colombia, India dan Spanyol. Lambretta yang dijuluki sebagai “The World’s Finest Scooter” ini memiliki beberapa pilihan model, yaitu Model A, B, C/LD, D, LD, E & F (1947-1955), TV series 1, 2, 3 (1957-1967). LI series 1, 2, 3 (1958-1967), TV/GT (1962-1965), LI Special (1963-1969). J-Range (1964-1971), SX (1966-1969), Lui/Vega/Cometa (1968-1970) dan GP/DL (1969-1971).

Skuter Lambretta hadir di Indonesia pada tahun 1960-an, antara lain model LD, J125, Starstream, Cento, LI, DL, SX dan TV dengan jumlah yang cukup banyak. Saat itu, Lambretta menjadi transportasi masyarakat sehari-hari dan saat ini sudah menjadi bagian dari koleksi serta hobi yang banyak digemari.

Atas dasar kegemaran terhadap skuter Lambretta dan kesamaan pandangan terhadap masa depan populasi serta hobi terhadap kendaraan asal Italia ini, maka terbentuklah Lambretta Club Indonesia (LCI) oleh beberapa penggemar, pengendara dan pemilik skuter Lambretta di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat pada tanggal 12 Juni 2011. Lambretta tidak hanya sekedar alat transportasi, namun sudah menjadi hobi dan gaya hidup banyak kalangan di dunia dan Indonesia khususnya.

Tujuan utama dari didirikannya klub ini tidak hanya untuk memperkenalkan kembali dan mempromosikan Lambretta, namun juga untuk melestarikan dan menyambung tali silaturahmi baik dengan para pemilik Lambretta di Indonesia dan juga para penggemar serta pemilik Lambretta diseluruh dunia.

Tumblr : http://www.lambretaclubindonesia.tumblr.com

Twitter : @LambrettaclubID

Facebook : Lambretta Club Indonesia

Email : lambrettaclubindonesia@gmail.com


Lambretta LN125 dan LN151 Bangkit dari Kubur

MILAN (dp) — Lambretta, merek skuter legendaris Italia yang eskis sejak 1947 namun lama terpendam, akhirnya muncul kembali di industri sepeda motor. Mengusung model terbaru, Lambretta LN 125 dan LN 151, perusahaan optimis kedua model itu mampu bersaing di dalam pasar global.

Lambretta menghitung telah absen di dunia industri sepeda motor sejak 40 tahun terakhir. Pabrik Lambretta di India bahkan ditutup pada 1997 silam. Namun pada 2010 dua perusahaan, Lambretta Scooter Ltd dan Scooter Asia (TBS), bersinergi membentuk perusahaan patungan baru bernama Fine White Line Ltd.

Keduanya kemudian mengaklamasi hadirnya kembali Lambreta pada tahun ini. Pada ajang EICMA 2011, di Milan, Italia Lambretta pun merilis dua model andalannya yang sangat melegenda, LN series.

Seperti diketahui LN 125 dan LN 151 memiliki bentuk yang akan mengingatkan kita pada Lambretaa di era 50-an dan 60-an. Menurut Lambretta, LN series terbaru dibangun seperti pendahulunya dengan bodi terbuat dari besi.

Sementara itu, desain LN dirujuk dari cita rasa Italia mundur ke tahun 1947. Meski demikian, Lambretta yakin model klasik itu tetap menawarkan bentuk modern yang sesuai kebutuhan berkendara sepeda motor saat ini.

Selain keunggulan desain, Lambretta juga menyatakan bahwa LN terbaru memiliki kualitas Italia yang sempurna. Alessandro Tartarini yang mengonsep LN terbaru mengatakan produknya sebagai kualitas Italia, gaya Italia, dan konsep Italia.

Lambretta juga menyatakan bakal melepas kedua model ke pasar global. Akan tetapi, spesifikasi serta teknis di setiap negara akan dibedakan sesuai kebutuhan masing-masing negara. Sedangkan model LN 152 untuk sementara hanya akan ditawarkan untuk domestik Italia.

Akan tersedia lima pilihan warna untuk model LN, yaitu Milk Cyan (biru muda), Milk Yellow (kuning muda), Milk Red (merah), Milk Coral (Jingga), dan Cream Green (hijau tua).

Untuk LN125 dibekali mesin 4-tak, satu-silinder berkapasitas 124,6 cc. Mesin bergaransi EURO 3 dengan bahan bakar bensin RON 95 ini mampu menghasilkan tenaga 6,5 Kw pada 8.000 rpm dan torsi 8,33 Nm pada 6.500rpm.

Sedangkan model LN151 yang memasang mesin 151cc mampu mencapai tenaga 7,7 Kw pada 7.500rpm dan torsi 10,8 Nm pada 6.000rpm. Baik LN125 dan LN151 berdimensi panjang 193 cm, lebar 53 cm, dan sumbu roda 138 cm.
Sumber : http://www.dapurpacu.com

Cekidot gambarnyaa:
 

Lambretta Indonesia Di Perkirakan Hanya Ada 2.000 Unit

 

Minggu, 12 Juni 2011, pecinta skuter Lambretta berkumpul di Lunar Lounge di Jl. Terusan Gd. Hijau No.1, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Selain kumpul-kumpul dan silahturahmi, penggemar motor Italia ini ingin meresmikan Lambretta Club Indonesia (LCI). “Biar pemakai skuter ini mudah melakukan interaksi dengan penggemar Lambretta lainnya,” bilang Norman Pulungan, Dewan Pembina LCI

Jumlah skuter asal Italia ini tidak terlalu banyak di Indonesia. Norman memperkirakan hanya sekitar 2.000 unit. Dengan begitu, LCI yang baru saja diresmikan ini tidak mau menyerah dengan motor yang terbatas tadi. “Malah kalau ada yang mau beli bisa pesan langsung kok dari Italia atau dari teman yang punya koleksi Lambretta. Biar penggemar skuter ini makin bertambah,” ucapnya.

Meskipun LCI baru saja diresmikan, tapi anggota kami sudah sampai 50 orang. Itu dari Jakarta dan Bandung, Jawa Barat. Masih banyak sebenarnya yang mempunyai jenis motor ini di Jakarta. Mungkin belum banyak yang tahu kalau Lambretta sudah mendirikan komunitas.

Soal sisi usia, motor dengan penggerak 2-tak ini ini sudah lawas, tapi harga per unitnya cukup rogoh kocek loh. Scooter ini mempunyai dua pilihan, size kecil atau besar. Semakin besar semakin mahal juga harganya. Seperti tipe J-range yang berkapasitas 50-125 cc. Dilego mulai Rp 5-20 juta. Sedangklan tipe besar seperti LI, DL, JP dan SX dengan kapasitas mesin 200 cc dijual seharga Rp 25-50 juta.

Walau bisa dibilang sebagai motor antik, pemilik tidak usah khawatir soal pelayanan servis. Karena komunitas LCI ini memiliki bengkel khusus, Primo 166 Yang ngejogrok di Jl. Flamboyan Raya No.31, Rempoa, Jakarta Selatan. “Biar lebih gampang dalam melakukan perbaikan motor, maka tercetus ide bengkel Lambretta,” tambah Norman.

Acara  puncaknya sudah ditunggu yaitu pemilihan ketua LCI. Dari beberapa kandidat yang dicalonkan, salah satu yang mesti dipilih. Biar lebih afdal pemilihan suaranya harus secara terbuka. Akhirnya Rahman Gunawan menjabat sebagai ketua LCI yang baru saja dibentuk.  “Terima kasih kepada teman-teman yang sudah memilih saya. Buat ke depannya anggota LCI  akan lebih banyak lagi. Dan satu buat anggota LCI tetap solid,” semangat Ketua LCI  yang biasa disapa Padeh ini.       (motorplus-online.com)


Lambretta Kembali Lagi Hasil Produksi Taiwan

Penampakan LN125
Foto : Motorcyclenews.com

​Kabar gembira bagi penggemar skuter lawas Lambretta. Kabarnya pabrikan asal Italia ini akan kembali menghidupkan merek Lambretta di dunia otomotif.

Seperti dikutip dari Motorcyclenews.com, Senin (5/9/2011), LN125 merupakan skuter pertama yang dihadirkan setelah merek tersebut berhenti produksi pada dekade 70-an. Dulu, skuter ini identik dengan mesin 2 tak, namun kini LN125 mengikuti perkembangan teknologi dan isu ramah lingkungan sehingga menggunakan mesin 4 tak berkapasitas 125cc.

Dengan mesin tersebut LN125 mampu melaju hingga kecepatan 104 km/jam. Untuk menahan laju kecepatan, LN125 dibekali rem cakram depan dan rem tromol belakang.

Kesan rewel dan mogok pada skuter klasik ini telah sirna berkat mengadopsi teknologi masa kini. Bahkan panel bodinya menggunakan material daur ulang.

Namun sayangnya, Lambretta LN 125 tidak lagi diproduksi di negara asalnya melainkan di Taiwan. Harganya diperkirakan 1500NT$ atau sekitar Rp21 juta.


Hello LAMBRETTA!

Tempat informasi dan berkumpul nya para penggemar Motor Lambretta di dunia maya dan tentang perkembangan Motor LAMBRETTA.

Happy LAMBRETTA!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.